VARIETAS KENTANG KALOSI SEGERA DILUNCURKAN

Pemerintah Kabupaten Enrekang berencana akan melakukan peluncuran Kentang Kalosi sebagai varietas lokal Kabupaten Enrekang. Hal ini mengingat Kentang Kalosi yang sejak puluhan tahun lalu telah diakui dari segi cita rasanya, kembali dikembangkan di Bumi Massenrempulu dan telah berproduksi.Sehingga, untuk melepas kentang kalosi tersebut, terlebih dahulu harus dilepas sebagai varietes kentang kalosi. Hal ini dijelaskan Kasi Pembenihan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang, Sumardi di ruang kerjanya, Rabu (18/4).“Kentang Kalosi telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kentang terbaik di Indonesia. Namun, pengakuan tersebut belumlah cukup karena belum diluncurkan varietasnya. Saat ini kita sudah menyurat kepada Kepala UPTD BPSB Sulawesi Selatan, agar supaya segera meluncurkan varietas kentang Kalosi,” jelas Sumardi.Jika peluncuran varietas kentang kalosi sudah diluncurkan, lanjut Sumardi, maka kentang Kalosi sudah mendapat legalitas pengakuan atau sertifikasi pemerintah pusat, bahwa kentang kalosi adalah salah satu kentang terbaik di Indonesia.Lebih jauh dikatakan, peluncuran varietas kentang kalosi sudah sesuai prosedur berdasarkan Undang-Undangn Republik Indonesia No. 13 Tahun 2010 tentang holtikultura, Pasal 57 tentang Pembenihan, Pasal 60 Peluncuran Varietes dan Pasal 61 tentang Perlindungan Varietas.nsya Allah, pada tahun 2012 ini varietas kentang Kalosi sudah diluncurkan,” tutup Sumardi.

Pengembangan Kopi Kalosi

Dalam rangka menyelamatkan dan mengembalikan kejayaan kopi Kalosi, Pemkab Enrekang tidak tinggal diam dan gencar melakukan berbagai cara. Sejak 2007 lalu, Pemkab bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melakukan kegiatan pembibitan sambung pucuk pohon kopi Arabica typica dan pembangunan kebun induk benih seluas 30 ha di Desa Sawitto, Kecamatan Bungin yang juga dipersiapkan sebagai sentra pengembangan specialty coffee Kalosi.Langkah tersebut dilakukan untuk menyediakan benih tanaman kopi bermutu dan menjaga keaslian kopi Kalosi. Sebab, disinyalir selama ini ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mencampur kopi Kalosi dengan jenis kopi lain sehingga menghilangkan kepercayaan pasar.Upaya lainnya adalah intensifikasi dan perluasan tanaman kopi, pembinaan petani dan penguatan kelompok tani melalui petugas pendamping, pengadaan sarana dan prasarana serta paket teknologi yang bebas dari bahan kimia. Diakui Umar, salah satu permasalahan dalam pengembangan kopi Kalosi adalah pembudidayaan yang masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat setempat dan belum sepenuhnya menerapkan teknologi budidaya tanaman kopi.“Akibat penanganan on farm dan off farm yang belum memadai, produk yang dihasilkan didominasi biji asalan sehingga berpengaruh terhadap rendahnya mutu kopi. Di samping itu, diversifikasi produk kopi olahan belum berkembang, sehingga dengan keberadaan petugas pendamping, para petani tergerak untuk menerapkan teknologi budidaya tanaman kopi secara modern,” tambah Umar Sappe.Upaya lain yang ditempuh Pemkab Enrekang adalah menjalin kerjasama dengan pihak swasta melalui ujicoba rasa menjadi kopi bubuk dan sari kopi. Lanjutkan membaca ‘Pengembangan Kopi Kalosi’

Saatnya Petani Enrekang Beralih ke Pertanian Organik

Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi-Selatan kini terus mensosialisasikan pentingnya masyarakat tani beralih ke pertanian dengan sistem organik, sebagai salah satu upaya mengembalikan unsur hara dan kesuburan tanah.”Kualitas tanah tiap tahun semakin menurun akibat penggunaan pupuk kimia, dan untuk mengatasinya perlu diterapkan pertanian yang ramah terhadap tanah, yaitu pertanian organik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Enrekang Burhanuddin Santiago, di kantornya, .Upaya untuk menggalakkan pertanian organik terus dilakukan di Kabupaten Enrekang. Betapa tidak, selain karena seringnya terjadi kelangkaan pada pupuk kimia, seperti Urea, penggunaan zat kimia secara terus menerus juga dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas unsur hara dalam tanah akan semakin berkurung.Hal ini sangat erat kaitannya dengan komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu klaster yang dikembangkan. Sebab dalam konsep pengembangan klaster termasuk holtikultura perlu diperhatikan dari hulu ke hilir tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga melihat tata niaga hasil komoditi di Kabupaten Enrekang.”Disinilah fungsi terminal agrobisnis Cece Kabupaten Enrekang, sebagai pusat penjualan dan transaksi berbagai jenis komoditi, sehingga ada regulasi terhadap produk yang dihasilkan, dan pemasaran mudah termasuk untuk target pasar hasil penerapan system pertanian organik,” kata Burhanuddin Santiago.Menurutnya, salah satu persoalan yang menghambat pertanian organik adalah faktor pemasaran. “Banyak petani yang ragu menerapkan pertanian organik karena khawatir pemasarannya yang masih sulit, karenanya memang perlu pusat pemasaran komoditi pertanian seperti terminal Agrobisnis yang kita miliki,” ujarnya. Lanjutkan membaca ‘Saatnya Petani Enrekang Beralih ke Pertanian Organik’

Sistem Berkebun Hyonik Diperkenalkan di Kabupaten Enrekang

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Enrekang mulai mengenalkan pola berkebun dengan sistem hyonik kepada petani, dengan harapan dapat mencegah perluasan lahan pertanian dengan membuka lahan baru, ataupun menyusutnya lokasi pertanian karena pembangunan.“Salah satu keunggulan berkebun dengan sistem hyonik adalah tanaman akan tumbuh lebih cepat dan tidak memerlukan lahan yang luas,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Enrekang Burhanuddin Santiago dalam pertemuan dengan perwakilan kelompok tani se Kabupaten Enrekang, Selasa (20/9).Pertumbuhan tanaman bahkan lebih cepat daripada menggunakan metode tradisional, dan pertumbuhannya dapat mencapai tiga kali lipat dari sistem biasa.Menurutnya, selain lebih produktif, sistem hyonik dapat menjadi alternatif menyiasati menyusutnya lahan pertanian yang setiap tahun tergusur oleh perluasan pemukiman, lahan industri maupun kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya, sedangkan keunggulan utama sistem ini adalah tanaman tanpa media tanah.“Selama ini warga tahunya menanam hanya di tanah, padahal dengan sistem hyonik dengan memanfaatkan air dan udara kita dapat bercocoktanam,” kata Burhanuddin. Lanjutkan membaca ‘Sistem Berkebun Hyonik Diperkenalkan di Kabupaten Enrekang’

Pengawasan Terhadap Kelangkaan Pupuk

Dinas Pertanian & Perkebunan terus mengawasi ketersedian pupuk di semua kecamatan yang menjadi pusat Pertanian dan Perkebunan di Kabupaten Enrekang hal ini dilakukukan terkaiat adanya laporan dari kacamatan Buttu Batu dan malua mengalami keterbatasan stok urea dan Za yang nantinya akan berimbas pada kenaikan harga pupuk.menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Enrekang, Baharuddin Santiago mengatakan kelangkaan pupuk yang terjadi beberapa kecamatan terjadi disebabkan oleh mandeknya distribusi pupuk ke daerah yang salah satu faktornya ialah cuaca buruk sehinggah Banyak distributor pupuk yang enggan melaut karena cuaca di laut lagi tidak bersahabat. “Saat ini cuacanya memang ekstrim. Lanjutkan membaca ‘Pengawasan Terhadap Kelangkaan Pupuk’

Saluran Irigasi di Enrekang Siap di Rehabilitasi

Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan siap merehabilitasi Saluran irigasi pertanian hal tersebut dapat di lihat dengan kesiapan dana sebesar Rp 3 Milyar yang berasal dari dana Pusat yang dialokasikan dalam DAK( Dana Alokasi Khusus ).Kepala Distanbun Enrekang, Baharuddin Santiago mengatakan, keseluruhan sarana pengairan pertanian yang menjadi target tersebar di beberapa kecamatan.“Jumlahnya sekitar 30 titik. Ini memang yang menjadi prioritas kita tahun ini. Bagaimana supaya irigasi-irigasi tersebut dapat berfungi normal kembali,” terangnya, Minggu, 8 Januari. Selain merehab sarana irigasi yang rusak, tahun ini distanbun juga bakal mengalokasi DAK pertanian untuk perbaikan fasilitas lainnya. Lanjutkan membaca ‘Saluran Irigasi di Enrekang Siap di Rehabilitasi’

sayuran Enrekang Siap untuk Ekspor

Ketua Pengelola Informasi Pasar (PIP) Sup Terminal Agro (STA) Sumillan, M Icsan di ruangan kerjanya, mengatakan, pengiriman 1 ton itu merupakan ekspor perdana dari kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak antara Pemkab Enrekang bekerjasama dengan PT Alamanda Sejati Utama Singapura, salah seorang perusahaan eksportir sedianya bakal melakukan ekspor sekira 1 ton buncis ke Negara Singapura.. “Bahan bakunya sementara kita sortir, permintaan komoditi buncis kita sudah siapkan. Mudah-mudahan ini berkelanjutan. Pengiriman perdana akan dilakukan langsung dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Singapura,” jelasnya. Lanjutkan membaca ‘sayuran Enrekang Siap untuk Ekspor’



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.