Saatnya Petani Enrekang Beralih ke Pertanian Organik

Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi-Selatan kini terus mensosialisasikan pentingnya masyarakat tani beralih ke pertanian dengan sistem organik, sebagai salah satu upaya mengembalikan unsur hara dan kesuburan tanah.”Kualitas tanah tiap tahun semakin menurun akibat penggunaan pupuk kimia, dan untuk mengatasinya perlu diterapkan pertanian yang ramah terhadap tanah, yaitu pertanian organik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Enrekang Burhanuddin Santiago, di kantornya, .Upaya untuk menggalakkan pertanian organik terus dilakukan di Kabupaten Enrekang. Betapa tidak, selain karena seringnya terjadi kelangkaan pada pupuk kimia, seperti Urea, penggunaan zat kimia secara terus menerus juga dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas unsur hara dalam tanah akan semakin berkurung.Hal ini sangat erat kaitannya dengan komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu klaster yang dikembangkan. Sebab dalam konsep pengembangan klaster termasuk holtikultura perlu diperhatikan dari hulu ke hilir tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga melihat tata niaga hasil komoditi di Kabupaten Enrekang.”Disinilah fungsi terminal agrobisnis Cece Kabupaten Enrekang, sebagai pusat penjualan dan transaksi berbagai jenis komoditi, sehingga ada regulasi terhadap produk yang dihasilkan, dan pemasaran mudah termasuk untuk target pasar hasil penerapan system pertanian organik,” kata Burhanuddin Santiago.Menurutnya, salah satu persoalan yang menghambat pertanian organik adalah faktor pemasaran. “Banyak petani yang ragu menerapkan pertanian organik karena khawatir pemasarannya yang masih sulit, karenanya memang perlu pusat pemasaran komoditi pertanian seperti terminal Agrobisnis yang kita miliki,” ujarnya.

Untuk menjaga pertanian berkelanjutan perlu dilakukan pertanian yang tidak mengeksploitasi tanah, untuk mengatasi itu perlu diterapkan pertanian yang ramah terhadap tanah yaitu pertanian organik.”Saya percaya masyarakat petani di Enrekang sudah paham betul kelebihan pertanian organik, hanya kemauan untuk menerapkannya yang perlu terus didorong,” kata Baharuddin Santiago.

2 Responses to “Saatnya Petani Enrekang Beralih ke Pertanian Organik”


  1. 1 petani-petani tanah duri Februari 23, 2012 pukul 12:08 pm

    implementasinya mana??tanah-tanah pertanian d enrekang sudah sangat memprihatinkan..ada tidak upaya dari dinas pertanian untuk memulihkan kondisi tanah yg sudah rusak

  2. 2 rufinus Juli 4, 2012 pukul 6:23 am

    petani adalah pahlawan pangan yang menghidupi semua orang tetapi kalau masih menggunakan bahan-bahan kimia maka petani adalah pembunuh sesamanya dan seluruh makhluk hidup secara pelan-pelan dan upahnya dihari akhirat adalah neraka. untuk memulihkan hubungan antara manusia(petani)dengan seluruh alam ciptaan adalah dengan pertanian organik. petani dan pemerintah harus bersama-sama untuk mulai mengembangkan pertanian organik terutama untuk menghadapi pasar bebas semua produk ekspor harus organik. tidak ada kata terlambat. tanah yang sehat akan menghasilkan makanan yang sehat maka yang makan dan hidup diatasnya akan sehat. tubuh kita dibentuk dari apa yang kita makan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




KALENDER

Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

FANSBOOK


%d blogger menyukai ini: